GUNA MEMBUAT SITUS INI BENAR-BENAR MEMBERIKAN INFORMASI YANG LUAS, KAMI SANGAT MENGHARAPKAN ADANYA BAHAN-BAHAN SEPUTAR KEGIATAN CATUR WARGA, MELALUI “KONTAK” ATAU E-MAIL “ This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ”. MATUR DAHAT SUKSMA.

WARGA WANGBANG WAYABYA ADAKAN MAHASABHA II DI BANGLI

on Tuesday, 27 November 2012. Posted in Organisasi

NGURAH KETUT ARSAWIYANA SEBAGAI KETUA HARIAN

Paguyuban keluarga Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra – Warga Wangbang Wayabya, Minggu 25 Nopember 2012, berhasil memilih Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang dan I Gusti Ketut Arsawiyana masing-masing sebagai  Ketua Umum dan Ketua Harian Pengurus Periode 2012 – 2016, dalam Mahasabha II berlangsung di Pura Batu Madeg, Tegal – Bebalang, Bangli.

Dalam Mahasabha tersebut juga terpilih sebagai Sekretaris Umum dan Bendahara Umum I Gusti Bagus Priatmaka dan  I Gst Ngrh Nyoman Kaleriadi.  Sedangkan dalam Sabha Welaka duduk sebagai Ketua I Gusti Ketut Punia dan Wakil Ketua Prof Dr I Gusti Ngurah Wairocana.

Mahasabha II yang dihadiri ratusan warga Wayabya dari seluruh Bali itu dibuka Ketua II Mahakertawarga Pusat  Ir Wayan Subagiartha.

 

 

 Ir. Subagiartha membuka Mahasabha II Wayabya

Dalam sambutannya Ir Subagiartha menekankan pentingnya pasametonan untuk menunjang kerukunan hidup  beragama, beradat-budaya di Bali guna mewujudkan Bali yang sejahtera. Dia menghargai sameton warga Wayabya yang melaksanakan Mahasabha secara sederhana namun dengan niat yang tulus. Menurutnya, yang terpenting dipegang dalam pasametonan adalah meningkatkan kualitas hidup secara harmoni sehingga kenyamanan dalam kehidupan akan tercapai. Mewaspadai adanya berbagai kepentingan perorangan atau kelompok, adalah tindakan yang patut diambil, mengingat situasi kondisi jagat seperti sekarang ini.

Hadir pada kesempatan itu Ida Rsi Agung Putra Pinatih dari Griya Lelateng Jembrana, Ida Rsi Agung Siddhi Citta Sidemen dari Griya Sidemen, Ketua PHDI Bali I Gst Ngrh Sudiana  serta Pengurus Makertawarga Pusat lainnya yang terdiri datri unsur-unsur sameton Catur Warga seperti Pinatih, Sidemen,  Manikan dan Wayabya sendiri.

Mahasabha II juga berhasil mengesahkan Program Kerja Kepengurusan 2012 – 2016 serta khusus mengenai Kawikon di lingkungan warga Wangbang Wayabya. Dalam Mahasabha itu, para peserta mendorong warganya untuk meningkatkan diri menjadi wiku guna melayani  warga yang tersebar di seluruh Bali, bahkan di seluruh dunia. Mahasabha II Wayabya juga dilaksanakan guna menyongsong Mahasabha III Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat / Propinsi Bali, yang akan diadakan   akhir Desember nanti di Besakih.-

 

MAHASABHA II PAIKETAN ARYA WANG BANG PINATIH DI TULIKUP

on Sunday, 28 October 2012. Posted in Organisasi

IGN JAYANEGARA DAN SUDIKERTA TERPILIH LAGI SEBAGAI KETUA UMUM DAN KETUA HARIAN

Paiketan Arya Wang Bang Pinaith, Jumat 26 Oktober 2012 menyelenggarakan Mahasabha II bertempat di Wantilan Banjar Menak, Desa Tulikup Gianyar.

Tidak kurang dari 600 peserta hadir dari semua Kabupaten / Kota se Bali di samping 180 Yowana dan sejumlah peninjau.

Saat Pembukaan juga hadir Wakil Gubernur Bali AAN Puspayoga, Ketua Harian Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat/ Propinsi Bali I Gusti Made Lanang Rudiartha, Bupati Gianyar, Ketua PHDI Bali, sejumlah sulinggih dan undangan lainnya.

Mahasabha membahas Pertanggung Jawaban  Pengurus  Lama, Menyusun Program Kerja baru  dan memilih Pengurus Baru Periode 2012 -2016.

Mahasabha berhasil memilih kembali IGN Jayanegara sebagai Ketua Umum dan Ketut Sudikerta sebagai Ketua Harian.

Wakil Gubernur AAN Puspayoga daam sambutannya menyambut baik penyelenggaraan Mahasabha tersebut  yang antara lain bertujuan merekatkan pasametonan agar Jagad Bali tetap aman dan tentram. “ Kegiatan seperti ini baik sekali agar masyarakat Bali tetap ingat kepada Leluhurnya dan tetap patuh pada bhisama dan tata titi beragama”, tambah Wakil Gubernur.

Ketut Sudikerta, selaku Ketua Harian Paiketan Arya Wang Bang Pinatih dalam Sambutan Pembukaannya menggaris bawahi bahwa Mahasabha hendaknya dimaknai sebagai upaya untuk eling kepada Ida Bhatara Kawitan guna mewujudkan Jagad yang Damai. “ Dengan ingat kepada Ida Bhatara Leluhur, kita tidak akan merasa paling eksklusif di masyarakat, dan kita berharap agar warga Paiketan Pinatih tetap meningkatkan rasa manyama braya di manapun berada dan bukan menonjolkan hal-hal yang sifatnya superior”, tambah Sudikerta yang juga Wakil Bupati Badung.

Pengurus Paiketan juga menyerahkan perangkat busana kepada para sulingguh yang hadir saat itu. Di samping itu dalam Mahasabha, peserta sepakat mendorong angga Puri Pinatih untuk madwijati atau menjadi wiku / sulinggih. (Sumber : NUSA BALI)

KETUA MAHAKERTAWARGA BATAL BERIKAN SAMBUTAN

Di balik kesuksesan Mahasabha II Paiketan Arya Wang Bang Pinaitih, terbersit sedikit kekecewaan beberapa anggota Pengurus Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra Pusat / Prop Bali yang juga warga Pinaitih. Pasalnya Ketua Mahakertwarga batal memberikan sambutan, karena dicoret dalam acara. Wayan Subagiartha yang Ketua II Mahakertawarga, melalui pesan singkat yang ditulis adiknya Gde Budhiarta, dikirim ke berbagai pihak termasuk ke Redaksi Web ini mengatakan, atas nama keluarga Bapak I Made Soekoe almarhum ( panglingsir  Pinatih dan pendiri Mahakertawarga) merasa kecewa dengan dibatalkannya sambutan Ketua Harian Mahakertawarga. Padahal Ketua Harian Mahakertawarga IGML Rudiartha sudah menyaipakan sambutannya.

Saat ditelusuri, ternyata memang terjadi miskomunikasi, dengan alasan waktu yang mepet.  Ir Nyoman Swastika, petinggi Pinatih yang juga Bendahara Mahakertwarga mengatakan bahwa  sampai saat menjelang Upacara Pembukaan, semuanya okey. Kepada Redaksi Swastika mengatakan bahwa dia bersama beberapa anggota Panitia sudah wanti-wanti agar kejadian 4 tahun lalu tidak terulang. “ Atu Aji Lanang sendiri sudah mengatakan kepada Ngurah Adiartha - selaku Ketua Panitia yang meminta memberikan sambutan, agar jangan beliau di-kadoang  lagi seperti Mahasabha I, 4 tahun lalu”, tambah Swastika.

Rupanya setelah menerima pesan singkat, beberapa pengurus Paiketan Pinatih mengirim pesan pendek yang ditembuskan ke Redaksi Web. Wayan Sudiartha, Sekretaris Panitia yang juga pernah menduduki jabatan sebagai Sekretaris Umum Mahakertawarga menyampaikan maaf sebesar-besarnya, kepada IGML Rudiarha. “  Ini terjadi miskomunikasi Atu Aji”. Dalam SMS  itu terungkap  : dia  sendiri kan sudah matur kepada Bapak IGMLanang Rudiartha mengkorfimasi bahwa beliau akan memberikan sambutan, seraya menambahkan, dalam bahasa Bali “ Ping banget, titiyang nenten wenten manah tan becik ring Catur Warga. Titiyang uning pisan Catur Warga waluyane sakadi Aji ring warga Pinatih. Dumadak ja kakaonan miwah kaiwangan sakadi puniki nenten wenten malih kapungkur”.

Pada saat berita ini dibuat, beberapa anggota Pengurus Paiketan Pinaitih sepakat agar Pengukuhan Pengurus Paiketan dilakukan oleh Ketua Harian Mahakertawarga. Ini tentu sangat positip dan disambut baik.

Hal seperti ini tentu menjadi pengalaman yang cukup berharga, sehingga masing-masing sameton saling menghormati dan bisa menempatkan sameton sebagaimana layaknya – tidak hanya di perkataan saja , guna mempererat pasametonan itu sendiri, seperti dilontarkan Ketut Sudikerta dan sesuai dengan Bhisama Ida Bhatara Lelangit : ‘ ALA AYU TUNGGAL;  AYU TUNGGAL, AYU KABEH ; ALA TUNGGAL, ALA KABEH “

Selamat bekerja untuk Pengurus Baru Paiketan Arya Wang Bang Pinatih yang dikomandani IGNgr Jayanegara dan Ketut Sudikerta.

OM SIDHARASTU, OM KSAMASWAMAM.

 

MAHAKERTAWARGA NGATURANG PANGANYAR DI PURA MERAJAN KANGINAN

on Saturday, 20 October 2012. Posted in Upacara

DILANJUTKAN RAPAT PERSIAPAN MAHASABHA III

Sehari setelah Tumpek Krulut- piodalan Bhatara di Pura Merajan Kanginan Besakih, tangal 14 Oktober 2012, Mahakertawarga Danghyang Bang Manik Angkeran Siddhimantra menghaturkan bhakti Panganyar di pura tersebut. Nampak hadir Pengurus Pusat Mahakertwarga seperti I Gst Lanang Made Rudiarha- Ketua Harian, I Gst Ngurah Mangku Jana- Ketua I, Made Sudewa – Ketua IV, Sekretaris Umum Nengah Sumertha, I Gst Ngurah Adiartha ,I Gst Bgs Agung Suteja, I Gst Ketut Arsa Wiyana - para Sekretaris , Nyoman Swastika – Bendahara Umum dan Bendahara lainnya seperti I Gst Bgs Priatmaka serta warga dari Catur Warga seperti dari Pinatih, Sidemen, Wayabya dan Manikan.

 

Persembahyangan dipimpin  dua wiku Catur Warga : Ida Rsi Agung Siddhi Citta Sidemen dan Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang.

Usai persembahyangan diselenggarakan pertemuan membahas persiapan Mahasabha III Mahakertawaarga, bertempat di areal Suci dekat Pura Panataran Agung, Besakih. Kesimpulan pertemuan itu antara lain : Mahasabha akan diselenggarakan secara sederhana tanpa mengurangi maknanya., dalam Mahasabha tersebut, sebagaimana lajimnya, akan disampaikan Pertanggung Jawaban Pengurus Periode 2008-2012, Tanggapan Peserta, Pencanangan Program Kerja 4 tahunan dan Pemilihan Pengurus Baru periode 2012-2016. Peserta pertemuan itu juga meminta agar Program Kerja disederhanakan saja, mengingat program sesungguhnya lebih berada di paguyuban masing-masing warga. Di samping itu tidak tertutup kemungkinan direvisinya AD ART organisasi.

 I Gusti Lanang Made Rudiartha

Selesai membahas persiapan Mahasabha,  I Gusti Ngurah Agung Wiguna dari Puri Sulang memaparkan rencana Pembangunan Pura Amertha Bumi di Trowulan, Jawa  guna mendirikan candi-candi sebagai kenangan kepada para leluhur terutama yang terkait dengan keberadaan Majapahit.

 

 

 

 

 

 

 I Gusti Ngurah Wiguna menyampaikan rencana pembangunan Pura di Trowulan

Sementara itu I Gusti Ngurah Rahman Murthana menyampaikan Rencana pendokumentasian perjalanan leluhur dalam bentuk Film Kolosal JEJAK LELUHUR yang sedang dipesiapkan  pengambilan gambarnya.

 I Gusti Ngurah Rahman Murthana

I GUSTI BAGUS SUGRIWA, TOKOH CATUR WARGA MENDAPATKAN UNUD AWARD

on Monday, 01 October 2012. Posted in Tokoh

Lebar pada 22 Nopember 1977

 

Walaupun sudah lebar 35 tahun yang lalu tepatnya 22 Nopember 1977, budayawan dan tokoh agama Hindu yang merupakan warih Catur Warga I GUSTI BAGUS SUGRIWA masih tetap mendapatkan penghargaan. Sabtu lalu, 29 September 2012, bertepatan dengan Dies Natalis  ke 50 Universitas Udayana, I Gusti Bagus Sugriwa mendapatkan penghargaan UNUD Award. Putra bungsunya Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang menerima penghargaan tersebut dari Rektor Unud Prof Dr dr I Made Bakta SpP.D (KHOM) di Gedung Utama UNUD di Kampus Jimbaran.

 

Penghargaan diberikan atas pengabdiannya di bidang Kebudayaan dan sebagai Tokoh Agama Hindu. Pada Upacara Dies tersebut ada 3 penerima Unud Award. Dua lainnya adalah mantan Rektor Unud masing-masing  Prof dr  I Gusti Ngurah Putu Adnyana ( 1985 – 1993 ) dan Prof Dr  Nyoman Sutawan (1993 – 1997 ).

 

Rektor Unud sendiri menyampaikan apresiasi yang sangat besar atas ketokohan I Gusti Bagus Sugriwa yang telah mengabdi tanpa lelah selama hayat beliau. " Semoga ini dapat diteladani dan diteruskan oleh  kita semua, generasi penerus beliau, " kata Prof Bakta.

I Gusti Bagus Sugriwa yang telah menulis buku lebih dari 50 judul, telah menerima penghargaan dari berbagai pihak seperti dari Presiden RI (waktu itu Megawati Soekarnoputri ) dalam bentuk Bintang Budaya Parama Dharma tahun 2003, Penghargaan Seni dari Mendikbud Dr Fuad Hassan tahun 1992, Piagam Dharma Kusuma dari Pemda Bali tahun 1964,  Penghargaan dari Pangdam 16 Udayana Brigjen Ignatius Pranoto. Penghargaan l;ain berasal dari Kelompok Media Bali Post 2 penghargaan, PHDI Bali, IHDN, HIPMI Bali, ISI Denpasar dll.

 

PERTEMUAN PERSIAPAN MAHASABHA III

on Monday, 01 October 2012. Posted in Organisasi

23 Desember 2012 di Wantilan Pura Besakih

Mahasabha  MAHAKERTAWARGA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERANN SIDDHIMANTRA akan diselennggarakan pada 23 Desember 2012, di Wantilan Ksari Warmadewa pelataran Pura Besakih.

Hal ini diputuskan dalam Rapat persiapan Mahasabaha pada hari Jumat malam, tgl 28 September lalu di Renon, Denpasar. Rapat yang dipimpin Ketua Harian Mahakertawarga Pusat I Gst Lanang Made Rudiartha itu dihadiri Pengurus serta para panglingsir.

Rapat berhasil juga memutuskan susunan Panitia Pengarah dan Panitia Penyelenggara. Panitia Pengarah diketuai Ida Rsi Agung Wayabya Suprabhu Sogata Karang dengan Wakil Ketua  Wayan Subagiartha dan anggota dari keempat Catur Warga. Sedangkan Panitia diketuai  Nengah Sumertha dengan  Sekretaris I Gst Ngurah Adiartha dan Bendahara I Nyoman Swastika.

Para peserta pertemuan sepakat Mahasabha akan digelar secara sederhana namun tidak mengurangi makna penyelenggaraan Mahasabha dimaksud yang beragenda Menyusun Program dan memilih Pengurus Periode 2012 – 2016.

Pertemuan Panitia Pengarah dan Panitia Penyellenggara akan dilangsungkan saat mengadakan  aturan Panganyar pada Pujawali Ida Bhatara di Pura Merajan Kanginan, Besakih,  Minggu pagi, tgl 14 Oktober 2012.

Selamat Datang

PAGUYUBAN  MAHAKERTAWARGA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN SIDDHIMANTRA

MAHAKERTAWARGA DANGHYANG BANG MANIK ANGKERAN SIDDHIMANTRA * adalah sebuah organisasi atau paguyuban keluarga besar keturunan atau pratisentana Ida Danghyang Bang Manik Angkeran – putra dari Ida Danghyang Siddhimantra. Selengkapnya>>

Penggemar

Kalender Bali